This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Tampilkan postingan dengan label Artikel. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Artikel. Tampilkan semua postingan

Kamis, 28 November 2013

Resep Kaya Ala Orang TIONGHOA





Mau tahu kenapa banyak orang Tionghoa yang menjadi orang kaya?

Orang Tionghoa memiliki pegangan bahwa orang sukses adalah orang yang memanfaatkan setiap menit yang ada.
Orang Tionghoa memandang bahwa banyak berinvestasi adalah perjalanan dasar untuk menggapai kekayaan, sedangkan bunga tabungan takkan sanggup membawa ke kepada kekayaan.
Sebagian besar orang kaya adalah pengusaha, dan sebagian orang Tinghoa berani menjadi pengusaha, dan semua itu karena orang Tionghoa menganggap bahwa dengan menjadi pengusaha maka akan memberikan nilai lebih untuk sukses dibandingkan menjadi karyawan.
Anak-anak Tionghoa menjadi kaya karena mewarisi bisnis orang tua yang telah berjalan bertahun-tahun dan tak perlu merintis dari nol.
Pengusaha Tionghoa ‘tak pernah puas’ untuk mengejar target lebih tinggi.
Orang Tionghoa memiliki mental yang positif, menghargai waktu, menganggap bahwa bekerja adalah kepuasan dan tidak berbisnis adalah hal yang beresiko.
Orang Tionghoa selalu menjaga citra, karena citra yang rusak akan sulit dibangun kembali, sedangkan uang yang hilang bisa dicari kembali.
Orang Tionghoa bisa kaya bukan karena banyak uang, namun lebih kepada memiliki banyak aset.
Dalam konteks orang Tionghoa, bekerja keras tidak selalu identik dengan bekerja fisik ekstra lama atau berlebihan. Yang bisa bekerja adalah manusia dan uang. JIka hasilnya sama, mengapa bukan uang yang harus bekerja keras. Tampak jelas bahwa filosofi dan trik orang Tionghoa untuk mencapai kekayaan sangatlah sederhana.SALAM IBC

Jumat, 15 November 2013

Sudahkah Anda Siap Berbisnis?

Saat ini, mulai banyak orang yang mencari passion-nya dan menjadikannya sebagai sumber penghidupan yang menjanjikan. Bertahun-tahun menjadi karyawan, apa bisa banting setir menjadi seorang pengusaha? Bisa saja! Jika ini salah satu pilihan hidup yang ingin Anda jalankan. Coba evaluasi seberapa siap keuangan Anda dalam proses transisi dari karyawan menjadi pengusaha.

Pertama, Anda harus membuat rencana bisnis yang komprehensif. Sebuah rencana bisnis harus menjawab pertanyaan penting, antara lain: Apa yang Anda jual? Siapa pangsa pasar Anda? Seberapa besar nilai potensi pasar saat ini dan di masa depan? Apa yang akan menjadi keuntungan kompetitif dalam persaingan bisnis Anda? Bagaimana Anda memperoleh keuntungan? Berapa banyak persaingan yang ada di dalam kategori bisnis ini?

Kedua, setelah merampungkan rencana bisnis, selanjutnya Anda mengakses dana sebagai sumber modal kerja. Rencana bisnis memberikan gambaran berapa jumlah modal yang Anda perlukan, apakah perlu meminjam dari bank, dan bagaimana bisnis Anda dapat membayar utang modal kerja tersebut.

Ketiga, membuat anggaran bulanan rumah tangga yang baru. Bagaimana Anda menentukan berapa penghasilan per bulan? Bila Anda bekerja untuk bisnis ini, maka setiap bulannya tentukan gaji yang Anda ambil dari usaha. Masukkan jumlah gaji sebagai bagian dari biaya usaha. Nah, pastikan pengeluaran rumah tangga lebih kecil dari pemasukan dasar dari bisnis. Pastikan Anda menyisihkan anggaran untuk menutupi kerugian perusahaan dan kewajiban membayar pajak operasional.

Keempat, mempersiapkan keuangan pribadi. Salah satu ketakutan terbesar seorang pegawai kantoran yang beralih menjadi pengusaha adalah risiko tidak mendapatkan penghasilan rutin. Jangan berkecil hati jika pada tahapan awal, Anda belum mendapatkan jumlah penghasilan yang sama saat menjadi karyawan.

Kelima, memiliki contingency plan sebagai rencana cadangan jika terjadi sesuatu sehingga tidak berjalan lancar. Pertimbangkan hal-hal berikut:
- Apakah Anda memiliki pilihan untuk kembali ke pekerjaan penuh waktu di perusahaan lama Anda?
- Apakah Anda memiliki pilihan untuk kembali ke pekerjaan penuh-waktu dengan majikan baru?
- Apakah Anda ingin mencoba arah bisnis baru (yaitu masih menjadi seorang pengusaha, tetapi dalam kategori industri yang berbeda)?

Oleh karena itu, sebelum mulai usaha, Anda wajib untuk memiliki ketersediaan dana darurat yang memadai. Dana ini harus disimpan dalam bentuk tabungan biasa atau deposito dengan jumlah minimal 12 kali pengeluaran rutin bulanan. Dana ini berfungsi untuk memenuhi keperluan rutin Anda saat usaha Anda belum memberikan penghasilan. Selain itu, ada baiknya mempertimbangkan opsi contingency plan Anda.

Saya pribadi memiliki pengalaman membangun bisnis konsultan keuangan setelah bekerja di sebuah perusahaan multinasional besar selama lima setengah tahun. Enam bulan sebelum memutuskan berhenti bekerja, saya kumpulkan dana darurat dan menggunakan separuh gaji untuk memenuhi kebutuhan setiap bulan.

Keuangan Bisnis dan Keuangan Pribadi


Keuangan bisnis merupakan hal yang berbeda dengan keuangan pribadi Anda. Saat Anda memutuskan untuk berbisnis, langsung pisahkan keuangan untuk usaha dengan keuangan untuk pribadi. Disiplin dalam pembukuan harus dilakukan sejak awal.

Modal awal bisnis merupakan investasi Anda. Catatlah berapa investasi yang telah Anda keluarkan sebagai modal usaha. Setiap pengeluaran untuk bisnis, haruslah dibayar dari penghasilan bisnis. Prinsip yang sama berlaku sebaliknya. Setiap penghasilan bisnis tidak dapat langsung digunakan untuk membiayai anggaran rumah tangga Anda. Menggunakan arus kas bisnis untuk membiayai keperluan-keperluan pribadi adalah kesalahan besar.

Jangan Takut Memulai

Di tahap awal memulai bisnis sendiri, hasil usaha kadang tidak sesuai dengan harapan. Jangan mundur hanya karena Anda takut kehilangan penghasilan rutin yang biasa dinikmati sebagai karyawan. Bisnis yang ideal selalu dimulai dengan hal yang dan didukung rencana yang besar. Namun, tetap ingat untuk memperkokoh pondasi keuangan rumah tangga sebelum memulai bisnis.

Live a Beautiful Life! 
 
dari futuready, berjuang untuk hidup :)